Beras Pandan Wangi dan Jenis Beras Lainnya - pracovni-obuv.info Info Online

Minggu, 05 Juli 2020

Beras Pandan Wangi dan Jenis Beras Lainnya



Beras pandan wangi dan jenis beras lainnya - Nasi adalah sumber karbohidrat yang selalu kita konsumsi setiap hari, mungkin kita tidak terlalu menghiraukan lagi asal usulnya. Perhatian kita kadang lebih tertuju pada lauk pauk atau sayur apa yang hendak dimasak hari itu. Sementara mengenai nasi, selama tersedia maka sudah cukup adanya. Namun masalah bahwa ketika dimasak nantinya ada kesan bahwa nasi itu pulen atau pera, bisa jadi pertanyaan soal proses menanaknya saja. Padahal semuanya berasal dari hulunya, alias jenis beras yang kita pilih untuk di rumah. Jenis beras bukan hanya pandan wangi, ternyata masih banyak lho jenis lainnya!

Setidaknya di Indonesia yang paling terkenal adalah tiga jenis ini beras, yaitu beras pandan wangi, beras setra ramos, dan beras rojolele. Padahal masih ada jenis-jenis lainnya yang juga kita perlu ketahui. Lalu, apakah perbedaan di antara semua itu? Nah, semuanya akan aku kupas hari ini secara umum, ya!

  • Beras Pandan Wangi
Dinamakan demikian karena ada wangi pandan yang menyertainya. Berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat, beras Pandan Wangi digadang-gadang sebagai yang terbaik di Indonesia sejak tahun 1970 an. Rasanya yang enak dan teksturnya yang pulen sempat jadi konsumsi para menteri negara di awal-awal kemunculan jenis beras ini. Inilah mengapa ia dahulunya disebut juga sebagai “beras menteri”. Secara tampilannya, biji beras Pandan Wangi berbentuk gemuk, pendek, dan tahan rontok. Karena rasanya yang superior, maka tak heran bila varietas ini punya harga jual yang lebih tinggi.
  • Beras Setra Ramos (IR 64)
Meskipun beras Pandan Wangi tenar, sejatinya masyarakat Indonesia pada umumnya justru mengkonsumsi yang ini. Beras Setra Ramos dianggap punya harga yang terjangkau dibandingkan Pandan Wangi. Dijuluki juga IR 64 karena merupakan beras dari padi hasil persilangan, dan kode ini disematkan untuk lembaga penelitinya yaitu IRRI di Filipina. Jenis beras yang satu ini juga menjadi pilihan rakyat Indonesia karena tahan terhadap hama, rasanya enak, pulen, dan produktivitasnya tinggi. Meski demikian, beras Setra Ramos cenderung akan menjadi pera bila tidak dikonsumsi setelah sekian bulan.
  • Beras Rojolele
Kultivar padi unggulan ini berasal dari Jawa Tengah dan telah ada sejak awal tahun 2000an. Beras ini juga digunakan sebagai program persilangan di IRRI. Beras  jenis Rojolele berbentuk bulat yang mengingatkan kita pada beras Pandan Wangi, rasanya enak dan juga wangi. Namun demikian, proses panennya yang tidak mudah dan masa simpan yang tidak lama menjadikannya beras yang dibanderol cukup mahal.
  • Beras IR 42
Meskipun dilabeli dengan nama beras pera, namun varietas IR 42 punya banyak kegunaan di dunia kuliner Indonesia. Misalnya saja untuk membuat nasi goreng, lontong, hingga ketupat. Meskipun teksturnya lebih keras dan kering, namun bukan berarti beras IR 42 tidak ada penggemarnya. Bahkan banyak yang mencarinya di masa-masa hari raya.
  • Beras Menthik
Akhirnya Indonesia memiliki juga jenis beras organik dan terdiri dari dua jenis. Ada mentik susu dan juga mentik wangi. Beras yang diproduksi di daerah Jawa Timur ini konon disebut sebut sebagai beras Jepangnya Indonesia. Ini dikarenakan jenisnya yang short grain artinya gemuk pendek dan teksturnya yang seperti beras ketan.
  • Beras Solok
Sesuai dengan namanya, beras yang satu ini berasal dari Kabupaten Solok di Sumatera Barat. Bagi teman-teman sekalian dari luar Sumatera yang pernah berkesempatan menikmati masakan Minang di negerinya sendiri, pasti kaget dengan tekstur nasinya. Beras Solok dikenal ngeprul artinya tidak pulen, jadi buat yang terbiasa makan nasi pulen pasti bawaannya “tumpah-tumpahan” saat disuap. Namun bagi para pecinta kuliner, rasanya tidak afdol kalau menikmati masakan Minang tidak dengan beras yang satu ini.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda